Kabupaten Sukabumi Laksanakan PPKM Darurat, Wabup : Semoga Masyarakat Jembar Manah

36 Views
Published
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menindaklanjuti keputusan Presiden RI H. Joko Widodo terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dengan rapat koordinasi (Rakor), Jumat (2//221). Rakor yang dilaksanakan di Bappeda Kabupaten Sukabumi ini, dipimpim langsung Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri.

H.Iyos mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sedang mempersiapkan aturan untuk pelaksanaan PPKM Darurat dari 3-20 Juli 2021. Hal tersebut tentu saja yang sesuai dengan instruksi Presiden RI H. Joko Widodo.

"Kami sedang mempersiapkan perangkat-perangkat hukumnya. Sebab, Kabupaten Sukabumi ikut melaksanakan PPKM Darurat kemenkomarves dan gubernur," ujarnya.
Berkaitan PPKM Darurat ini, dirinya menghimbau semua perangkat daerah bisa secepatnya menginformasikan kepada masyarakat. Apalagi, waktu sosialisasi PPKM Darurat ini relatif singkat.

"Mulai besok dan hari ini para camat dan kades maupun stakholder terkait untuk menyebarkan informasi PPKM Darurat ini kepada masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, PPKM Darurat ini semata untuk kemanusiaan. Terutama dalam menekan penyebaran covid 19.

"Tolong sampaikan kepada masyarakat secara arif dan bijaksana," ungkapnya.

Dirinya berharap, masyarakat bisa mematuhi penerapan PPKM Darurat ini. Sehingga, covid 19 di Kabupaten Sukabumi bisa segera hilang.

"Kami berharap, seluruh masyarakat bisa mematuhi aturan dengan sebaik-baiknya dan jembar manah (lapang dada)," harapnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi Andi Rahman menambahkan, daerah terluas ke dua se Jawa dan Bali ini masuk dalam level tiga
"Kita masuk level tiga," tambahnya.

Sekadar diketahui, Level 1 artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2 artinya ada 20-50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5-10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1-2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 3 artinya ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Yang terakhir, level 4 artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.
Kategori
kami tv
Jadi yang pertama untuk mengomentari