BUPATI SUKABUMI DAN KEMENTAN BAHAS BUDIDAYA TANAMAN-TERNAK ATASI MALNUTRISI POTENSIAL STUNTING

27 Views
Published
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Pendopo Sukabumi. Dalam kunjungan tersebut dibahas kajian budidaya tanaman-ternak untuk mendukung penanganan mal nutrisi potensial stunting, Jumat (28/5/2021).

Ketua Tim Penanganan Stunting Kementerian Pertanian Republik Indonesia Nandang Sunandar mengatakan, pertemuan dengan H. Marwan untuk menyampaikan kajian budidaya tanaman dan ternak yang akan mendukung penanganan mal nutrisi potensial stunting di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, akan terjadi penurunan angka stunting di Sukabumi.

"Stunting itu ada yang akibat medis dan non medis. Non medis ini, artinya kekurangan gizi dan nutrisi. Makanya, kami melakukan pendekatan khusus dengan melibatkan bidan desa, kader, dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dalam perbaikan gizi dan nutrisi untuk menangani stunting," ujarnya.

Penyediaan gizi dan nutrisi tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan kembali lahan kosong di pekarangan rumah untuk menaman sayuran dan memelihara ayam. Apalagi, ayam merupakan sumber protein yang mudah didapat.

"Kita akan berikan lima ekor ayam unggul dengan karakter bertelurnya tinggi. Diharapkan setiap harinya ada dua ekor ayam yang bertelur. Dua ekor ayam yang bertelur ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga," ucapnya.

Selain itu, dirancang stimulan dengan memberi beras. Sebab beberapa keluarga stunting akibat mal nutrisi, akses ke pangannya rendah.

"Stunting ini urusan negara. Namun harapan kami ke depan, desa lewat sawah milik pemerintah desa bisa menanam beras yang hasilnya bisa membantu penyediaan bagi keluarga stunting," ungkapnya.

Dirinya berharap, strategi penanggulangan stunting berbasis tanaman-ternak ini bisa diadopsi oleh semua daerah. Apalagi, hasil pengujian selama beberapa pekan sudah nampak berhasil.

"Kita sudah pengujian selama 4-5 Minggu dan sudah cukup berhasil. Semoga bisa diadopsi ke depannya sebagai strategi penanganan stunting," terangnya.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bersyukur adanya program ini. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memerlukan percepatan penanganan stunting di lapangan.

"Program penguatan nutrisi ini menjadi salah satu solusi tercepatan dalam menyelesaiakan masalah stunting. Bahkan konsep ini bisa membantu daerah lainnya," ungkapnya.
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Pendopo Sukabumi. Dalam kunjungan tersebut dibahas kajian budidaya tanaman-ternak untuk mendukung penanganan mal nutrisi potensial stunting, Jumat (28/5/2021).
Ketua Tim Penanganan Stunting Kementerian Pertanian Republik Indonesia Nandang Sunandar mengatakan, pertemuan dengan H. Marwan untuk menyampaikan kajian budidaya tanaman dan ternak yang akan mendukung penanganan mal nutrisi potensial stunting di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, akan terjadi penurunan angka stunting di Sukabumi.

"Stunting itu ada yang akibat medis dan non medis. Non medis ini, artinya kekurangan gizi dan nutrisi. Makanya, kami melakukan pendekatan khusus dengan melibatkan bidan desa, kader, dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dalam perbaikan gizi dan nutrisi untuk menangani stunting," ujarnya.

Penyediaan gizi dan nutrisi tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan kembali lahan kosong di pekarangan rumah untuk menaman sayuran dan memelihara ayam. Apalagi, ayam merupakan sumber protein yang mudah didapat.

"Kita akan berikan lima ekor ayam unggul dengan karakter bertelurnya tinggi. Diharapkan setiap harinya ada dua ekor ayam yang bertelur. Dua ekor ayam yang bertelur ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga," ucapnya.

Selain itu, dirancang stimulan dengan memberi beras. Sebab beberapa keluarga stunting akibat mal nutrisi, akses ke pangannya rendah.

"Stunting ini urusan negara. Namun harapan kami ke depan, desa lewat sawah milik pemerintah desa bisa menanam beras yang hasilnya bisa membantu penyediaan bagi keluarga stunting," ungkapnya.

Dirinya berharap, strategi penanggulangan stunting berbasis tanaman-ternak ini bisa diadopsi oleh semua daerah. Apalagi, hasil pengujian selama beberapa pekan sudah nampak berhasil.

"Kita sudah pengujian selama 4-5 Minggu dan sudah cukup berhasil. Semoga bisa diadopsi ke depannya sebagai strategi penanganan stunting," terangnya.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bersyukur adanya program ini. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memerlukan percepatan penanganan stunting di lapangan.

"Program penguatan nutrisi ini menjadi salah satu solusi tercepatan dalam menyelesaiakan masalah stunting. Bahkan konsep ini bisa membantu daerah lainnya," ungkapnya.
Kategori
kami tv
Jadi yang pertama untuk mengomentari