BEDAH KAMPUNG, PEMKAB SUKABUMI SIAPKAN PASUKAN UNTUK SUKSESKAN P2WKSS

33 Views
Published
BEDAH KAMPUNG, PEMKAB SUKABUMI SIAPKAN PASUKAN UNTUK SUKSESKAN P2WKSS

Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengoptimalkan peranan perempuan dalam pembangunan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan terkoordinasi dan terpadu Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat (P2WKSS)

P2WKSS merupakan salah satu Program yang berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta lingkungan demi mewujudkan Keluarga Sehat Sejahtera dan Bahagia dalam rangka pembangunan masyarakat desa dengan perempuan sebagai penggeraknya.

Peningkatan kedudukan dan peranan wanita dalam pembangunan bangsa, didasarkan pada pandangan bahwa wanita adalah warga negara dan sumber daya pembangunan yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban, tanggung jawab, peranan dan kesempatan yang sama disegala bidang termasuk kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tahun 2020, Lokasi yang menjadi target Bedah kampung dalam kegiatan P2WKSS di Kabupaten Sukabumi adalah Kampung Kebon Jengjing Kedusunan Bojongsoka Desa Limusnunggal Kec. Bantargadung.

"Hari ini kita akan melakukan evaluasi dari kegiatan kegiatan sebelumnya, dan melengkapi penataan wilayah melalui program P2WKSS untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat" ungkap Ade Setiawan, Assisten Sekda bidang pemerintahan dan kesejahtraan rakyat saat memimpin rapat koordinasi program P2WKSS tahun 2020 di gedung Negara Pendopo Sukabumi Jalan Achmadyani, Rabu (22/1/2020)

Kegiatan seperti ini, menurut Ade, akan di tindaklanjuti dengan kegiatan langsung dilokasi supaya bisa menganalisis dan memetakan sebagai bahan kajian sehingga target dan sasaran program P2WKSS tahun ini dapat tercapai.

" Kita akan buat milestone selama 8 bulan kedepan, sehingga menjadi patokan dalam menentuan kegiatan kegiatan yang cocok" jelasnya.

Ditempat yang sama, Camat Bantar Gadung, Munawar, menjelaskan bahwa kegiatan yang perlu didorong adalah membangun Sebuah kawasan berbasis Biofarmaka, dimana kegiatan tersebut nemberdayakan masyarakat dengan budidaya tanaman bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, buah, umbi ataupun akar.

"Melalui P2WKSS ini penataan lokasi akan lebih rapih lagi dan nyaman" jelasnya

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Hj. Aisah menyampaikan bahwa ada 2 tambahan indikator dalam penilaian program P2WKSS yaitu Ngabaso dan Sekoper Cinta

" kita sinergikan hari ini untuk membangun satu desa yang tadinya kumuh menjadi desa yang betul betul mengalami perubahan dengan 62 indikator dan sekarang ada 2 indikator baru penilaian yaitu Ngabaso (Ngabring bareng kasakola), dan Sekopercinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita)" ungkapnya

Bukan hanya itu, menurut Aisah melalui kegiatan ini, diharapkan dapat merubah mindset masyarakat dari sisi pendidikan, kesehatan dan ekonomi

"Selain target utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentu juga kita harus memiliki harapan untuk mendapatkan bonus menjadi juara dalam program P2WKSS" pungkasnya.

Dalam Rakor, tiap tiap Perangkat Daerah mempersiapkan program dan kegiatan sesuai tugas masing masing untuk menunjang suksesnya program tersebut.
Kategori
kami tv
Jadi yang pertama untuk mengomentari